SOALSASTRA INDONESIA. 1. Dalam bagian pengantar, Prof. Bakdi Sumanto dari UGM menyatakan bahwa yang dimaksud penulis dengan teater tradisional bukanlah teater yang mentradisi, melainkan teater yang dilahirkan dari upacara-upacara adat. Ini berarti teater tradisional yang disajikan dalam buku ini terkait erat dengan kepercayaan animistik dan
Cerpen yang banyak dibaca dan viral pasti memiliki konflik yang menarik tapi juga unik. Berikut ada 7 cara membuat konflik dalam cerpen menarik dan mudah dan bisa jadi sebuah cerita yang akan viral dan bisa best seller dalam karya ciptaanmu sendiri. Sebuah cerita memiliki tiga bagian yang menentukan alurnya, yang disebut juga sebagai alur cerita. Tiga bagian alur cerita ini adalah orientasi, konflik, dan penyelesaian cerita. Dari tiga bagian alur cerita tersebut, konflik biasanya menjadi bagian yang ditunggu-tunggu oleh pembaca, karena menampilkan dan menceritakan masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh pada cerita tersebut. Konflik dalam kehidupan sehari-hari dapat diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan. Sedangkan dalam sastra atau karya sastra, konflik adalah ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama. Hal ini bisa terjadi sebagai pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, atau sebagainya. Sama seperti pada karya tulis lainnya seperti novel dan dongeng, konflik cerita juga terdapat dalam cerpen. Bagi kamu yang ingin membuat cerpen, berikut ini adalah cara untuk membuat konflik dalam cerpen, serta contoh-contoh konflik dalam cerpen. Baca Juga Apa itu Bookstagram? Daftar Isi Artikel 1Cara Membuat Konflik dalam Cerpen yang Menarik1. Berfokus pada Ide Cerita2. Buat Hambatan untuk Karakter di Cerpen3. Ketahui Hal yang Dipedulikan oleh Karakter4. Buat Adrenalin Pembaca Meningkat5. Munculkan Hal yang Ditakuti Karakter Utama6. Buat Pilihan yang Sulit untuk Karakter Utama7. Percepat KonflikContoh Konflik dalam Cerpen1. Menentukan Pilihan2. Bahaya Mengancam Keluarga3. Menghadapi Ketakutan Cara Membuat Konflik dalam Cerpen yang Menarik Sebuah cerpen dianggap menarik salah satunya dilihat dari konflik yang ada dalam cerpen tersebut. Bagian konflik terbagi menjadi tiga, yaitu saat konflik mulai muncul, saat konflik hampir mencapai puncaknya, hingga saat konflik sudah mencapai titik puncak atau klimaks konflik. Agar konflik dalam cerpenmu menjadi lebih menarik, perhatikan cara membuat konflik dalam cerpen berikut ini 1. Berfokus pada Ide Cerita Cara pertama untuk membuat konflik dalam cerpen adalah dengan tetap berfokus pada ide utama cerita. Ide cerita yang dimaksud adalah masalah yang terjadi pada tokoh utama. Sehingga berfokus pada ide cerita akan membuat konflik pada cerpen tidak melebar dan meluas. Hindari untuk membahas atau menceritakan terlalu banyak tentang tokoh pendukung, sampai porsi tokoh utama hanya sedikit. Selain itu, jika konflik pada cerpen tidak berfokus pada ide cerita, akan membuat pembaca bingung untuk mengetahui konflik cerita. 2. Buat Hambatan untuk Karakter di Cerpen Membuat hambatan untuk karakter atau tokoh dalam cerpen juga bisa menjadi cara yang tepat untuk membuat konflik. Hambatan untuk karakter utama ini akan menjadi masalah besar dan memunculkan konflik dalam cerpen. Agar konflik terlihat semakin menarik, sebaiknya buat hambatan yang solusinya sulit ditemukan. Apa Masalah Anda dalam Menulis Buku? Baca juga Sumber-Sumber Ide Penulisan 3. Ketahui Hal yang Dipedulikan oleh Karakter Selain menciptakan hambatan untuk karakter pada cerpen, membuat konflik yang berhubungan dengan hal yang dipedulikan oleh karakter juga bisa dilakukan. Membuat konflik dengan cara ini bisa dilakukan dengan cara memunculkan konflik yang berkaitan dengan anggota keluarga, orang yang disayang, atau barang-barang penting miliki karakter utama. 4. Buat Adrenalin Pembaca Meningkat Konflik dalam cerpen memang sebaiknya tidak dibuat terlalu panjang, tapi harus dibuat secara jelas dan menarik. Hal ini bukan berarti penulis cerpen tidak bisa membuat konflik yang sulit dan menantang. Konflik dalam cerpen juga sebaiknya dibuat sekompleks mungkin, hingga menaikkan adrenalin pembaca dan terkesan menegangkan. 5. Munculkan Hal yang Ditakuti Karakter Utama Memunculkan ketakutan karakter atau tokoh utama juga menjadi cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah konflik dalam cerpen. Penulis bisa mencari ketakutan terbesar karakter utama menjadi sebuah konflik, kemudian memunculkan solusinya. Panduan Expert Menulis Novel Sampai Terbit penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini! 6. Buat Pilihan yang Sulit untuk Karakter Utama Menentukan pilihan akan sesuatu, misalnya dalam memilih seseorang juga bisa menjadi konflik yang menarik dalam cerpen. Ketika karakter utama harus menentukan pilihan, hal ini bisa menimbulkan konflik dalam dirinya sendiri, maupun bagi orang lain yang harus dipilih. 7. Percepat Konflik Jalan cerita yang terlalu panjang akan membuat pembaca jadi bosan dan pembaca cenderung lupa pada inti cerita. Maka dari itu, konflik yang dituliskan dalam cerpen sebaiknya dipercepat, tapi tetap bisa menaikkan adrenalin pembaca dan menjadi konflik yang menegangkan. Hal yang paling penting dari 7 poin diatas adalah memahami calon penikmat cerita tersebut. Makanya, perlu banget memahami sasaran pembaca itu sendiri. Nah, pahami disini mengenai Sasaran Pembaca. Contoh Konflik dalam Cerpen Berikut ini adalah beberapa contoh konflik dalam cerpen dengan tema yang berbeda-beda, sebagai contoh bagi penulis untuk menulis cerpen 1. Menentukan Pilihan “Entahlah, Aryo. Aku tidak bisa memutuskannya secepat itu. Kurasa aku terlalu kaget, aku nggak menyangka selama ini kamu punya perasaan seperti itu ke aku,” ucap Anita ke Aryo, sahabatnya sejak mereka SMP. Sebelumnya, Aryo tiba-tiba menyatakan perasaannya ke Anita, padahal mereka sudah bersahabat selama lebih dari 10 tahun. Pada saat yang sama, Anita saat ini juga sedang kembali menata hidupnya setelah gagal menikah dengan kekasihnya setelah tiga tahun berpacaran. Ia tidak pernah menyangka juga kalau Aryo ternyata menyukainya, karena Aryo juga baru saja putus dari pacarnya. “Aku mengerti kondisimu saat ini, Anita. Aku juga nggak memaksa agar kita berpacaran. Aku hanya ingin kamu tahu saja, karena sudah lebih dari lima tahun aku suka padamu,” jelas Aryo. “Terima kasih karena kamu sudah mengerti kondisiku saat ini dan sudah jujur. Tapi saat ini biarlah hubungan kita tetap seperti ini,” Anita menjawab dengan hati yang bimbang. 2. Bahaya Mengancam Keluarga Rara tidak henti-hentinya menonton tayangan berita itu di televisi, tentang pesawat yang jatuh di sekitar Laut Jawa. Dilihat dari nomor seri pesawat, itu sama seperti yang digunakan oleh keluarganya yang berangkat pagi tadi dari Surabaya. Ayah, ibu, adik ipar, dan keponakannya rencananya akan ke Jakarta untuk mengantar adik ipar dan keponakannya pulang setelah liburan di rumah ayah dan ibunya. “Mas, itu bukan pesawat yang digunakan Bapak dan Ibu pagi ini, kan?” tanya Rara sambil setengah menangis ke suaminya, Satrio. “Sepertinya memang itu pesawat yang digunakan Bapak dan Ibu untuk ke Jakarta pagi ini, Rara. Aku sudah memeriksa e-tiket yang mereka kirimkan beberapa hari lalu,” jawab Satrio sembari memeluk Rara. Seketika itu juga tangis Rara pecah, seakan tak percaya hal ini terjadi pada keluarganya. Bahkan saat ini Rara tidak bisa berpikir, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ia hanya teringat rencana-rencana yang akan dilakukan bersama Bapak dan Ibu jika mereka sudah sampai Jakarta. Termasuk kejutan yang akan ia berikan, mengenai kehamilannya. 3. Menghadapi Ketakutan Entah sudah berapa lama Robby berdiri di depan rumah dengan pagar berwarna biru tua itu. Sepertinya sudah lebih dari 20 menit. Hatinya ragu, apakah ia harus mengetuk pintu rumah itu atau tidak. Ya, itu adalah rumah ayahnya, ayah kandungnya yang sudah meninggalkan ia, ibunya, serta dua adiknya yang saat itu masih sangat kecil. Robby sendiri baru berusia tujuh tahun saat ayahnya memutuskan untuk pergi dari rumah. Selama bertahun-tahun ia mencari ayahnya, walau hal ini selalu ditentang oleh ibunya. Sebenarnya, sudah sejak dua tahun lalu Robby mendapatkan alamat rumah tempat ayahnya saat ini tinggal. Namun baru hari ini Robby berani pergi ke alamat tersebut. Tepat satu bulan setelah ibunya meninggal. Selama dua tahun itu pula Robby takut, apakah ayahnya akan mengenali dirinya dan menerimanya atau tidak. Hari ini, Robby memberanikan diri pergi ke alamat itu untuk memberitahukan bahwa ibunya sudah meninggal, namun entah apa tujuannya. Ia juga belum tahu. Semoga pembahasan singkat mengenai cara membuat konflik cerpen yang menarik beserta contohnya mudah untuk dipahami dan dipraktikkan. Dengan mempraktikkannya, cerita pendekmu bisa menjadi bacaan yang viral. Penulis Tyas Wening
UnsurEkstrinsik Cerpen. 4. Nilai Pendidikan. Nilai-nilai dalam cerpen yang keempat adalah nilai pendidikan, yaitu nilai yang menuntun manusia untuk selalu belajar, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari bodoh menjadi pintar. Nilai ini berkaitan dengan pelajaran yang bisa dipetik dari lingkungan formal maupun nonformal.
Sekilas Tentang Kutipan dalam KTI 1. Kutipan Tidak Langsung 2. Kutipan Langsung Apa Itu Kutipan dalam Kutipan?Cara Menulis Kutipan dalam Kutipan yang Benar 1. Penulisan Kutipan dari Pengutip Kedua 2. Penulisan Kutipan dari Pengutip Ketiga Pada saat menyusun karya ilmiah, apapun jenisnya dijamin akan sangat familiar dengan proses menyusun kutipan. Lalu, bagaimana cara menulis kutipan dalam kutipan? Pasalnya, ketika hendak mengutip kadangkala bukan dari sumber pertama. Bisa saja kita akan mengutip dari kutipan penulis lain yang artinya kutipan tersebut sudah dikutip oleh orang kesekian. Dalam dunia kepenulisan KTI, hal ini diperbolehkan. Kemudian, tata cara penulisannya juga harus wajib sesuai ketentuan. Berikut penjelasan detailnya. Sekilas Tentang Kutipan dalam KTI Hal pertama yang akan dibahas sebelum masuk ke pembahasan mengenai cara menulis kutipan dalam kutipan adalah memahami apa itu kutipan. Secara umum, kutipan adalah semua kalimat dan atau paragraf yang bukan berasal dari ide/tulisan diri sendiri. Artinya, dalam menyusun sebuah KTI akan ada momen dimana penulis mengambil beberapa teori dari penulis peneliti lain. Sehingga mencantumkan sumber dengan jelas dan relevan dengan topik yang dibahas. Hal ini akan membantu menguatkan dasar teori yang dijadikan landasan penelitian dan penentuan topik. Sekaligus menjadi bentuk penghargaan kepada karya orang lain yang dikutip. Selain itu juga menghindari tindakan plagiarisme, karena mencantumkan sumber. Dalam proses menulis kutipan, terdapat dua jenis yang umum digunakan oleh masyarakat ilmiah dalam menyusun KTI. Yaitu 1. Kutipan Tidak Langsung Jenis pertama dari kutipan adalah kutipan tidak langsung. Kutipan tidak langsung digunakan pada kondisi dimana penulis mengambil ide orang lain, kemudian merangkainya dengan kalimat sendiri. Sehingga susunan kalimat berbeda dengan sumber yang dikutip. Lewat teknik ini, seorang penulis bisa menggunakan gaya bahasa sendiri untuk menjelaskan teori yang dikutip dari penulis lain. Meskipun begitu makna dari kutipan tidak berubah dan wajib mencantumkan sumber. Adapun contoh dari kutipan tidak langsung adalah sebagai berikut Diplomasi publik dapat memperbaiki hubungan antarnegara dalam situasi konflik apabila dilakukan dengan jangka waktu yang panjang dan berfokus kepada individu di negara 1John H. Brown “American Public Diplomacy in the Cold War”. Georgetown Journal of International Affairs. Vol,6 No, 1. Winter 2005. 129. 2. Kutipan Langsung Jenis kutipan yang kedua adalah kutipan langsung. Kutipan langsung digunakan pada kondisi dimana menulis ulang ide orang lain sesuai dengan aslinya. Sehingga penulis diketahui memakai menggunakan teknik copy lalu paste tanpa mengubah kalimat aslinya. Hal ini boleh dilakukan saat menyusun KTI, hanya saja wajib mencantumkan sumber agar tidak dinilai melakukan plagiarisme. Sumber dicantumkan sesuai dengan style atau gaya penulisan yang digunakan, karena memang cukup beragam. Seperti APA Style, MLA Style, dan lain sebagainya. Selain itu, untuk kutipan langsung terbagi lagi menjadi dua jenis. Pertama kutipan langsung pendek, dan yang kedua adalah kutipan langsung panjang. Berikut contoh penulisannya Diplomasi publik dilakukan oleh berbagai macam negara sebagai cara bagi negara untuk berhubungan dengan aktor individu, sehingga terbuat komunikasi secara government to people Snow, 20096. Baca Juga Cara Menulis Kutipan Langsung dan Tidak Langsung dari Buku, Jurnal dan Internet 4 Cara Menulis Kutipan Dari Jurnal Apa Itu Kutipan dalam Kutipan? Membahas mengenai cara menulis kutipan dalam kutipan tentu perlu memahami dulu apa itu kutipan dalam kutipan. Kutipan dalam kutipan adalah sebuah kutipan dari selain sumber pertama. Misalnya, peneliti A menjelaskan definisi mengenai teori X. Kemudian definisi ini dikutip oleh peneliti B, sehingga peneliti B ini disebut mengutip langsung dari sumbernya. Kemudian, ada peneliti C yang menggunakan KTI karya peneliti B untuk referensi ingin memakai kutipan tersebut. Peneliti C disini artinya menemukan kutipan dalam kutipan, yakni kutipan yang dibuat peneliti B melalui definisi yang disampaikan peneliti A. Ketika menemukan kutipan dalam kutipan seperti ini, maka bisa langsung membuat kutipan tanpa perlu membaca karya peneliti A. Sehingga lebih efisien karena tidak harus mencari karya peneliti A agar bisa membuat kutipan dari sumber pertama. Hanya saja penulisannya harus mengikuti aturan cara menulis kutipan dalam kutipan yang baik dan benar. Cara Menulis Kutipan dalam Kutipan yang Benar Menemukan kutipan dalam kutipan sangat mungkin terjadi bagi dosen, mahasiswa, maupun peneliti di Indonesia dan negara lain di dunia. Terkait hal ini sudah diatur tata cara penulisan ketika mengutip dari sumber kesekian. Secara umum, ada dua kondisi ketika menemukan kutipan dalam kutipan. Pertama, menemukan kutipan dari pengutip kedua seperti contoh di atas. Kedua, menemukan kutipan dalam kutipan dari pengutip ketiga. Misalnya peneliti B mengutip kutipan peneliti A, kemudian dikutip oleh peneliti C, dan dikutip lagi oleh peneliti D. Peneliti D disini artinya berada pada kondisi menemukan kutipan dari pengutip ketiga. Selain itu, dalam cara menulis kutipan dalam kutipan juga akan dijumpai beberapa format atau style penulisan. Style penulisan yang paling umum digunakan ada tiga, dikutip dari Kanal YouTube Lulu Ilma’nunah, berikut penjelasan dan detail tata cara penulisannya 1. Penulisan Kutipan dari Pengutip Kedua Jika menemukan kutipan dari pengutip kedua, misalnya menggunakan karya dari Aagart yang terdapat kutipan sebagai berikut Hanya 24% remaja yang melaporkan sedang online hampir konstan’ pada 2015 Lenhart, 2000. Jika ingin mengutip kutipan yang dibuat karya dari Aagaard di atas maka berikut tata cara penulisannya dengan tiga jenis style a. Sumber Ditempatkan di Akhir Kutipan Hanya 24% remaja yang melaporkan sedang online hampir konstan’ pada 2015 Lenhart dalam Aagaard, 2019. b. Sumber Pertama Ditempatkan di Awal Kutipan Lenhart mengatakan bahwa hanya 24% remaja yang melaporkan sedang online hampir konstan’ pada 2015 Aagaard, 2019. c. Sumber Ditempatkan di Awal Kutipan Lenhart dalam Aagaard, 2019 mengatakan bahwa hanya 24% remaja yang melaporkan sedang online hampir konstan’ pada 2015. Sedangkan untuk referensi yang masuk ke daftar pustaka dari contoh di atas adalah karya dari Aagaard. Penulis tidak perlu mencantumkan karya Lenhart di dalam daftar pustaka, sebab yang dijadikan referensi bukan karyanya sekalipun ada kutipan yang diambil. 2. Penulisan Kutipan dari Pengutip Ketiga Berikutnya adalah cara menulis kutipan dalam kutipan dari pengutip ketiga. Misalnya ketika menemukan kutipan dengan penulisan seperti ini Hanya 24% remaja yang melaporkan sedang online hampir konstan’ pada 2015 Lenhart dalam Aagaard, 2019. Maka tata cara menulis kutipan dalam kutipan dari pengutip ketiga tersebut adalah sebagai berikut dalam dua style 1. Pembuat Kutipan Disebut di Awal Lenhart mengatakan bahwa hanya 24% remaja yang melaporkan sedang online hampir konstan’ pada 2015 Aagaard, dalam Israel 2016. 2. Pembuat Kutipan Disebut di Tengah Dalam penelitian yang dilakukan Lenhart, dijelaskan bahwa hanya 24% remaja yang melaporkan sedang online hampir konstan’ pada 2015 Aagaard, dalam Israel 2016. Jika menemukan kutipan dalam kutipan dari pengutip ketiga tersebut, maka sumber yang dicantumkan di daftar pustaka sesuai contoh di atas adalah karya Israel yang terbit tahun 2016. Sehingga karya Lenhart maupun Aagaard tidak dicantumkan. Itulah penjelasan mengenai tata cara menulis kutipan dalam kutipan yang baik dan benar. Sehingga penulisan kutipan sudah sesuai aturan dan terhindar dari tindakan plagiarisme yang bisa berujung pada masalah berdampak luas. Oleh sebab itu, budayakan untuk mengutip dengan baik dan benar. Baca Juga Cara Menulis Daftar Pustaka APA Style Edisi Terbaru 7th Edition Cara Membuat Daftar Pustaka Menjorok Hanya 2 Detik 8 Situs Pembuat Daftar Pustaka Online Pilihan dan Linknya
  1. Усиз ሖущፂችሐճυփи
  2. Фምξач էв зур
    1. Υሸ շулեςጱ ըջ
    2. Ша елуψеду οራι аվኄ
Demikiankakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah. Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah A. anisa dan Handoko tidak jadi menikah. B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya. C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko. D. keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konflik adalah ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya. Penyebab konflik adalah yang menyebabkan ketegangan atau pertentangan dalam cerita. Konflik pada cerita tersebut adalah ketidaksetujuan tokoh ibu dengan tokoh lainnya tentang pemberian nama "Kartini" pada bayi yang baru lahir. Hal ini dibuktikan dengan kalimat "Masak ngasih nama anak orang Kartini." Tokoh lainnya tetap bersikeras menamakan "Kartini" dengan menjabarkan kebaikan dan jasa Kartini bagi perempuan Indonesia, namun tokoh ibu tetap tidak menyetujui karena ternyata anak yang baru lahir itu berjenis kelamin laki-laki, dibuktikan dengan kalimat "Betul! Tapi kalau anak laki-laki diberi nama Kartini, itu namanya sudah sinting!" Jadi penyebab konflik pada kutipan teks di atas adalah Kesalahan memberi nama kepada anak laki-laki dengan nama perempuan. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.
Konflikyang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah . A. Anisa dan Handoko tidak jadi menikah. B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya. C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko. D. Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia. 58. Bacalah kutipan berikut! Cerita ini baik dan mudah ditangkap.
F. Menyimpulkan Sebab/Akibat Konflik dalam Cerpen Ringkasan Materi Konflik dalam sebuah cerita merupakan bagian yang menunjukkan adanya pertentangan dalam cerita. Biasanya konflik terjadi karena adanya benturan atau ketidakserasian, baik dengan dirinya atau dengan tokoh lain. Ada beberapa jenis konflik dalam sebuah cerita, yaitu 1. konflik tokoh dengan tokoh lain; 2. konflik tokoh dengan dirinya sendiri; 3. konflik tokoh dengan lingkungan atau budayanya. Sebelum terjadi konflik, biasanya pengarang akan menyajikan terlebih dahulu peristiwa atau hal yang menyebabkan terjadinya konflik atau yang disebut sebab konflik. Konflik kemudian diikuti oleh peristiwa atau hal yang diakibatkan setelah terjadi konflik atau disebut akibat konflik. Untuk dapat menentukan sebab atau akibat konflik, langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menemukan konflik ceritanya. Contoh soal dan Pembahasan 1. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Bu Minah itu ibuku. Sejak ayah dan ibuku nggak bisa lagi kirim uang buat sekolahku, aku kembali ke sini dan membantu jualan kue. Aku tidak melanjutkan sekolah lagi, biar kakakku saja karena dia kan anak laki-laki. Eh, kok aku jadi nangis sih,” kata anak perempuan itu sedih dan tak terasa meneteskan air mata. “Kasihan sekali kamu. Namamu siapa dan seharusnya kamu kelas berapa?” Alma tiba-tiba merasa iba. “Aku Nina, seharusnya kelas 3 tapi nggak bisa sekolah lagi. Dan sebenarnya aku masih ingin sekolah lagi,” Nina tiba-tiba terisak. Sumber Temanku Penjual Kue. https// Penyebab konflik yang terjadi dalam kutipan cerpen tersebut adalah… A. Nina harus membantu ibunya berjualan kue. B. Orang tua Nina tidak mempunyai usaha lagi. C. Nina harus mencukupi kebutuhan hidup sendiri. D. Orang tua Nina tak mampu mengirim uang sekolah. Kunci D Pembahasan Konflik cerita kutipan cerpen tersebut adalah Nina yang masih ingin tetap sekolah, tetapi tidak bisa. Sebab konflik tersebut adalah ayah dan ibu Nina tidak bisa lagi mengirim uang untuk sekolahnya. 2. Bacalah kutipan fabel berikut! “Aku sudah mendapat satu, sekarang giliranmu kawan…” kata elang kepada gagak. Mendengar kata-kata elang tersebut, gagak menjadi panas. Sifat sombongnya mendorong dirinya untuk melakukan hal yang sama. “Kalau elang bisa, aku juga pasti bisa. Aku kan lebih kuat dari dia,” kata gagak dalam hati. Gagak pun langsung turun dengan cepat dan menyambar seekor anak domba. Setelah kukunya mencengkeram seekor anak domba, dia berusaha untuk membawa anak domba itu terbang. Tapi dia tak kuasa untuk terbang, dia baru sadar, dia tak sekuat elang. Lalu dia pun berusaha melepaskan cengkeramannya, tapi sial tak dapat ditolak. Kuku-kukunya tersangkut pada bulu-bulu domba. Sekuat apa pun dia berusaha, tetap tak bisa melepaskan dirinya. Ternyata kejadian tersebut diperhatikan oleh anak gembala yang sudah dari tadi melihat tingkah laku dua burung itu. Sumber Burung Elang dan Burung Gagak. http// Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah… A. Burung gagak menjadi sadar bahwa ia tidak sekuat burung elang. B. Kuku-kuku burung gagak tersangkut pada bulu-bulu domba. C. Burung gagak yakin bisa melakukan hal yang sama seperti burung elang. D. Burung gagak menjadi panas sehingga sifat sombongnya muncul. Kunci A Pembahasan Konflik cerita kutipan fabel tersebut adalah konflik batin pada diri tokoh gagak, yaitu keinginan gagak dapat berlaku seperti burung elang karena ia merasa lebih kuat, tetapi ia tidak bisa. Akibat konflik tersebut adalah ketika burung gagak ingin terbang dan mengangkat anak domba seperti burung elang, tetapi ia tidak bisa terbang. Ia pun sadar jika ia tak sekuat elang. Latihan Soal 1. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Namaku Sita.” Anak itu kemudian diam tak berkata-kata lagi. Kelas menjadi sangat hening. “Sudah, itu saja, Sita?” tanya Bu Guru, “Baik, nanti kalian bisa berkenalan lebih lanjut dengan Sita waktu istirahat ya. Sita, kamu boleh duduk di bangku kosong dekat Mery,” kata Bu Guru. Ada yang aneh ketika Sita berjalan. Sebelah kakinya ternyata timpang. Terdengar beberapa anak berbisik- bisik. Mery kelihatan tidak suka Sita duduk di dekatnya. Wajahnya cemberut. Ketika istirahat, Sita duduk menyendiri. Tak ada teman yang mau menyapanya. Wajahnya murung kepalanya selalu menunduk. Tiba-tiba pundaknya terasa disentuh seseorang. “Sita, kok duduk di sini? Yuk, gabung main dengan kami!” kata anak tersebut. Ternyata Kayla yang memegang pundaknya tadi. Sita hanya mengelengkan kepalanya. “Teman-teman tidak suka main dengan anak timpang seperti aku,” jawabnya. Kayla tersenyum, kemudian meraih tangan Sita dan mengajaknya bermain bersama. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Penyebab konflik kutipan cerpen tersebut adalah…. A. Anak baru bernama Sita mempunyai kaki timpang. B. Mery cemberut saat Sita duduk dibangku sampingnya. C. Teman-teman tidak mau berteman dan bermain dengan Sita. D. Kayla mengajak Sita bergabung bermain bersama teman-teman. 2. Bacalah kutipan fabel berikut! “Mengapa kamu sendirian, teman? Di mana saudara-saudaramu?” tanya Semut Merah pada Gajah Kecil. Gajah Kecil sangat sedih karena terpisah dengan rombongan keluarganya. “Tadi aku bersama keluargaku. Tapi aku bermain-main. Ternyata aku sudah jauh meninggalkan saudara-saudaraku. Aku masuk hutan serta menyusuri pinggir sungai dan akhirnya bertemu denganmu,” Gajah Kecil bercerita mengapa dia sendirian. “Jangan sedih, teman. Pasti nanti kamu bertemu dengan saudaramu,” jawab Semut Merah menghibur Gajah Kecil. “Ya, sudah, kutemani ya. Semoga kita bisa bertemu dengan keluargamu.” Semut Merah naik ke punggung Gajah Kecil. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah…. A. Semut Merah menemani dan menghibur Gajah Kecil untuk mencari keluarganya. B. Semut Merah prihatin melihat Gajah Kecil yang sendirian di tengah hutan. C. Gajah Kecil merasa sedih karena tertinggal jauh di hutan dari keluarganya. D. Gajah Kecil senang ada teman yang menemaninya mencari keluarganya. 3. Bacalah kutipan cerpen berikut! “Hai, Didi! Sudah lama di sini? Kok kamu bermain sama anak perempuan, sih?” sapa salah satu temannya yang bertubuh paling besar. “A…ku…tidak bermain bersama mereka. Aku sedang menunggu kalian di sini. Di taman ini kan. Seperti perjanjian kita tadi pagi di sekolah,” terang Didi. “Loh, kalau sedang menunggu kami, kenapa dua anak perempuan itu masih di sini? Kenapa tidak kamu usir mereka?” kata anak yang bertubuh besar itu. Masih dengan penuh pertanyaan. “Mereka tidak mau pergi,” terang Didi lagi. “Apa? Tidak mau pergi? Sudah kamu usir mereka? Kamu kalah sama anak perempuan?”cela anak bertubuh besar itu. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Penyebab konflik kutipan cerpen tersebut adalah… A. Keberadaan dua anak perempuan yang sedang bermain di taman. B. Didi tidak berhasil mengusir dua anak perempuan dari taman. C. Didi ikut bermain bersama kedua anak perempuan di taman. D. Didi kalah dengan dua anak perempuan di taman. 4. Bacalah kutipan fabel berikut! “Jadi, kaulah yang selama ini mencuri daunku?!” bentak Bunga Matahari ketika melihat Ulat memetik daunnya. Ulat terkejut bukan kepalang, tangannya gemetar ketakutan sehingga daun curian itu jatuh ke tanah. “Dasar Ulat tak tahu terima kasih. Aku sudah membantumu membuatkan rumah dari daun-daunku agar kau tak kena panas dan hujan. Tapi apa balasanmu kepadaku? Kau ambil semua daunku?” bentak Bunga Matahari. “Uhg…pelit amat kau, Bunga. Kau kan masih bisa punya daun lagi,” sahut Ulat. “Tahu kan hasil perbuatanmu, Ulat? Karena ulahmu aku akan mati,” kata Bunga. Benar saja, semakin hari tubuh Bunga Matahari semakin layu. Dan akhirnya mati. Sumber Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019 Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah… A. Ulat tidak tahu berterima kasih kepada Bunga Matahari yang telah menolongnya. B. Ulat sering mencuri dan memakan daun Bunga Matahari setiap harinya. C. Bunga Matahari marah kepada Ulat karena telah memakan daunnya. D. Bunga Matahari semakin layu dan akhirnya mati. Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Cerpenatau cerita pendek adalah sebuah bentuk kisah prosa yang pendek. Konflik pada cerpen adalah masalah yang diungkapkan pada cerpen tersebut. Pada kutipan di atas, terdapat Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya. Paijo tercinta. Kalimat tersebut menjelaskan bahwa tokoh kehilangan adiknya, orang yang dia sayangi yaitu Paijo.

Konflik merupakan kejadian yang penting dalam pengembangan alur cerita. Cerita bisa dikatakan menarik atau tidak bergantung konflik dalam cerita. Konflik merupakan sesuatu yang dramatik, yaitu pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi sederhana, konflik bisa disebut dengan pertentangan dan perselisihan. Konflik bisa berupa konflik dari dalam diri atau konflik dengan orang lain. Pada umumnya, dalam cerita diawali perkenalan konflik, konflik memuncakklimaks, peningkatan konflik, dan penyelesaian konflik antiklimaks.Berikut contoh kalimat sebab akibat konflik dalam 1Pikiran Yuni tetap beralih dari kartu-kartu pos yang ingin dibacanya. Malam itu juga ia mengajak ibunya mengambil kartu-kartu itu kembali dari gudang. Tetapi ibu menasehati, kalau sudah larut malam dan sebaiknya kartu-kartu itu dicari esok hari saja. Tapi, apa boleh buat, ia sadar, ia harus banyak beristirahat setelah pulang dari rumah Konflik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah keinginan Yuni mengambil kembali kartu pos di gudang, tetapi dia sadar harus 2“Benar, semua itu nenek lakukan atas persetujuan seluruh keluarga. Hanya perasaan nenek tak bisa dibohongi. Nenek, sebagai seorang ibu, merasa lari dari tanggungjawab dan sangat rindu pada keluarga karena jauh dari mereka.”“Itulah sebabnya nenek kurang setuju kau tulis riwayat nenek.”Pembahasan Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah nenek yang pergi meninggalkan keluarganya, dan keluarganya menyetujui atas kepergiannya. Nenek merasa bersalah karena telah meninggalkan 3Kenapa berat sekali memanggil om Indra dengan sebutan “papa”? Padahal Om Indra, papa yang sangat baik. Hai ini Ayu melihat satu lagi kasih sayang Om Indra. Pasti Om Indra ingin sekali di panggil “papa”, tetapi tidak pernah juga sangat sayang kepada Om Indra, tapi dia selalu teringat almarhum papa kandungnya tiap akan memanggil Om Indra dengan sebutan “papa” atau Ayu menjadi pada cerita tersebut adalah Ayu sayang kepada Om Indra. Tetapi berat memanggilnya “Papa”. Kedua penggalan novel tersebut terdapat perbedaan latar. Penggalan novel 1 menceritakan tentang seorang gadis yang dipaksa dinikahi oleh seorang tua bangka demi permintaan ayahandanya. Sedangkan penggalan novel 2 menceritakan tentang pola atau cara berpikir seseorang dalam menjalani hidupnya.

24 Latar tempat yang tergambar dalam kutipan drama tersebut adalah A.rumah,di ruang keluarga B.rumah,dekat jendela C.rumah,dekat jendela,di ruang makan D.rumah,di kursi teras,halaman depan rumah 25.Amanat yang sesuai dengan berdasarkan kutipan drama tersebut adalah A.Jangan melanggar aturan minum obat C Ayah melarang Buyung memetik bunga. D. Ayah ingin menanam bunga itu di kebun sebagai hiasan. Kunci: A. Pembahasan: Isi yang tersirat dalam cerpen berarti kesimpulan atau inti sari cerpen tersebut. Kutipan cerpen tersebut menceritakan kemarahan ayah Buyung ketika melihat Buyung menggenggam bunga. Penyebabterjadinya konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah (A) bapak tidak rela jika benderanya basah karena air hujan. (B) Mas Toro malu memiliki pakde yang takut dengan bedil. (C) bapak mengejek Pak Samsuri, Pakde pacar Mbak Nurul. (D) Mbak Nurul marah karena pacarnya diejek bapak. (E) bapak adalah pejuang Angkatan '45 yang pernah
Konflikmerupakan hal yang dapat kita temui di dalam kehidupan kita sehari-hari. Konflik memiliki bermacam-macam jenis, salah satunya adalah konflik interpersonal. Konflik interpersonal terjadi di antara dua individu di dalam lingkungan keluarga, di kantor, dan dapat terjadi pada siapa saja. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan film Le Grand Voyage karya Ismaël Ferroukhi dengan tujuan
.
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/401
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/391
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/177
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/190
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/232
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/211
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/459
  • 5opn8vxbfz.pages.dev/43
  • konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah