Peranpasar tradisional diyakini sangat penting bagi kelangsungan hidup pedagang, selain peran pemerintah yang memperdulikan nasib para pedagang tradisional ditengah gempuran pasar modern pada saat ini. Peran pasar tradisional sangat signifikan terhadap kelangsungan hidup pedagang.Keluarga khususnya orang orang tua berperan penting dalam mendidik seorang anak untuk memiliki gaya hidup yang baik. Keluarga khususnya orang orang tua berperan penting dalam mendidik seorang anak untuk memiliki ilmu agama yang menjadi pelindung diri bagi anak terhadap gaya hidup modern yang negatif. Bentuk gaya hidup modern seperti apa yang ada di dalam keluarga? Berikut ini beberapa bentuk gaya hidup modern dalam kehidupan keluarga Gaya hidup dengan menggunakan teknologi komunikasi, seperti ponsel dan lain sebagainya. Bercengkerama di tempat tertentu, seperti kafe dan lain sebagainya. Memiliki mobilitas yang tinggi. Bagaimana cara keluarga Kristen menghadapi pengaruh gaya hidup modern? Sikap keluarga kristen dalam menghadapi modernisasi yang baik adalah dengan sikap terbuka dan mau menerima perubahan, namun tetap selektif dan menghindari pengaruh negatif yang dibawa oleh modernisasi dengan tetap memegang ajaran Tuhan sebagai fokus. Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi gaya hidup yang modern? Memfilter budaya yang tidak sesuai dengan norma dan adat istiadat. Tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar yang merugikan bangsa sendiri. Tidak bersikap westernisasi. Tidak bersikap konsumtif. Menghindari gaya hidup hedonisme. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gaya hidup modern? Bila digabungkan, maka pengertian dari gaya hidup modern adalah pola terbaru dari tingkah laku sehari-hari segolongan manusia yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam sosiologi, gaya hidup adalah cara seseorang hidup. Kegiatan 3 Apa saja dampak modernisasi yang muncul dalam keluargamu? Kemampuan interaksi anggota kelaurga meningkat. Kemampuan pribadi anggota keluarga meningkat. Keluarga dapat semakin terbuka dengan anggota keluarga lain. Alternatif hiburan keluarga menjadi semakin banyak. Wawasan anggota keluarga semakin luas. Apakah modernisasi bagi keluarga? Dampak yang paling mendasar dari modernisasi bagi keluarga adalah perubahan fungsi dalam keluarga, mulai dari fungsi pendidikan, fungsi sosialisasi anak, fungsi perlindungan, fungsi perasaan, fungsi agama, fungsi ekonomi, fungsi rekreatif, fungsi biologis, sampai pada fungsi memberikan status sosial. Apakah keluarga memiliki arti penting dalam modernisasi? Ya, karena peran keluarga sebagai sarana transfer nilai dan norma, yg pada akhirnya tidak ada pemisahan antara keluarga dan komunitas sosial. Gaya hidup modern Apa Saja? Menjadikan status sosial sebagai sesuatu yang penting. Mobilitas yang tinggi dan padat merupakan salah satu contoh orang-orang modern yang hidup di kota. Bercengkrama di tempat-tempat tertentu, seperti café. Apakah contoh gaya hidup modern yang menjadi tren masa kini dalam berbagai bidang kehidupan? Berikut adalah 3 macam bentuk contoh yang dimiliki pada gaya hidup modern, seperti Melakukan kegiatan untuk membelanjakan berbagai macam bentuk barang yang tidak terlalu dibutuhkan dan mahal. Melakukan kegiatan untuk pergi ke bar dan menikmati kehidupan malam. Melakukan kegiatan untuk bekerja dari pagi hingga malam. Apa pengaruh positif dari gaya hidup modern brainly? Berikut adalah beberapa contoh dari pengaruh positif dari gaya hidup modern Menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat. Meluasnya koneksi pertemanan dengan kemudahan komunikasi dan interaksi jarak jauh. Apa saja dampak dari gaya hidup modern? Selain mendatangkan dampak postif, kehidupan modern juga berdampak negative seperti manusia semakin dimanjakan oleh kecanggihan teknologi dan menyebabkan sifat ketergantungan dan malas. Selain itu bisa memunculkan rasa anti sosial atau individualis, dan lunturnya norma, nilai-nilai di masyarakat. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keluarga sebagai bejana tanah liat ditengah dampak modernisasi? Berikut adalah arti keluarga yang diposisikan selayaknya “bejana tanah liat” di tengah dampak dan pengaruh modernisasi Pada hakikatnya keluarga harus mempunyai sikap serta pemikiran yang tak kaku dan baiknya cenderung terbuka sehingga mudah menerima perubahan. Bagaimana gaya hidup keluarga Kristen agar menjadi berkat bagi masyarakat? Contoh sederhana yang bisa dilakukan oleh keluarga Kristen dalam rangkamenjadi berkat seperti ikut gotong royong dalam membersihkan lingkungantempat tinggal dan aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Faktor apa saja yang mempengaruhi gaya hidup seseorang? Adapun menurut pendapat London dan Bitta dalam Martha dkk, 2008 bahwa “faktor yang mempengaruhi gaya hidup yaitu budaya, nilai, demografik, kelas sosial, kelompok rujukan, keluarga, kepribadian, motivasi dan emosi”. Apa saja ciri ciri masyarakat modern? Untuk menyikapi perkembangan bidang teknologi, berikut adalah ciri–ciri masyarakat modern – Penggunaan teknologi dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan. – Masyarakat modern sangat bergantung pada teknologi. – Bisa menerima kemajuan teknologi dengan baik. Contoh gaya hidup apa saja? Apa yang anda ketahui tentang masyarakat modern? Masyarakat modern merupakan golongan masyarakat yang orientasi hidup dan nilai budayanya lebih terarah di masa kini. Masyarakat modern juga dapat diartikan sebagai bentuk transformasi dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju dalam bidang teknologi, ilmu pengetahuan, serta cara berpikirnya. Referensi Pertanyaan Lainnya1Jelaskan apa yang dimaksud dengan kurva penawaran?2Apa bahasa inggris nya jangan lupa bahagia?3Berapa frekuensi pesawat supersonik?4Teks prosedur langkah langkah menggunakan kartu ATM?5Apa perbedaan dari bunga lengkap dan bunga sempurna?6Berapa tingkat kedudukan dan derajat Ibu Dibanding Bapak?7Bagaimana teknik dasar lari jarak jauh?8Apa jenis dan karakteristik tekstil?93 Apa perbedaan antara nabi dan rasul?10Siapa yang memimpin di TII di Kalimantan Selatan?
98 Buku Guru Kelas XI SMASMK 2. Bentuk Gaya Hidup Modern dalam Keluarga di Indonesia Susanto 1996, mengatakan bahwa bentuk gaya hidup modern yang sedang menjangkiti keluarga di Indonesia di antaranya adalah adalah pola pikir yang menganggap status sebagai sesuatu yang sangat penting. Setiap individu memiliki mobilitas yang tinggi, memiliki kebiasaan untuk bercengkrama di tempat-tempat tertentu, memiliki kebiasaan untuk melakukan olahraga mahal misalnya golf, melaksanakan pernikahan agung, merayakan wisuda, memiliki gaya hidup serba instant, memanfaatkan segala macam jenis-jenis teknologi komunikasi. Sedangkan dalam sumber lain dikatakan bahwa gaya hidup modern seperti yang disebutkan sebelumnya membentuk manusia untuk memiliki kecenderungan bersikap konsumerisme, materialisme, dan hedonisme. Konsumerisme adalah gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan. Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indera. Hedonisme adalah paham atau pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama dalam kehidupan didunia. Dari paparan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya gaya hidup modern dapat mengarahkan individu untuk memiliki pola perilaku negatif maupun positif. Pemahaman yang keliru terhadap esensi dari gaya hidup modern cenderung membentuk seseorang untuk berperilaku menyimpang. Pemahaman yang benar terhadap gaya hidup modern justru dapat mengarahkan seseorang untuk memiliki perilaku benar sesuai dengan prinsip-prinsip yang tercermin dalam semangat gaya hidup modern seperti yang sudah disebutkan di atas. 3. Peran Keluarga ditengah Gaya Hidup Modern Dalam perspektif Kristiani diungkap bahwa peran keluarga di tengah gaya hidup modern sangatlah penting dan perlu dicermati. Keluarga Kristiani perlu membangun persekutuan antar-pribadi dan melayani kehidupan. Keluarga Kristiani juga dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja. Membangun persekutuan antar-pribadi dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masing masing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh antara suami- istri dan membangun sebuah bentuk persatuan yang tidak terceraikan. Keluarga Kristen yang modern dalam perkembangan keadaan, perlu memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak dan peranan perempuan, hal ini sebetulnya juga menjadi perhatian negara maupun pada aras dunia. Di samping itu keluarga juga perlu menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 99 memiliki pemikiran yang patut dihargai. Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan mendapat penghargaan yang selayaknya. Dalam kaitan dengan perkembagan masyarakat, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakekatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. Kehidupan berkeluarga pada hakekatnya merupakan pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa, sadar akan peranan sosial bagi lingkungan. Oleh karena itu, keluarga Kristen perlu menyadari akan rahmat dan tanggung-jawabnya bagi masyarakat. Di tengah perubahan keadaan dan masyarakat keluarga perlu terlibat dalam hidup dan perutusan gereja. Hal itu dapat dilakukan dengan cara sungguh-sungguh membangun persekutuan keluarga yang beriman secara kokoh. Justru di tengah perubahan yang ada, keluarga Kristen harus mampu membangun persekutuan antar anggotanya untuk terus menerus berdialog dengan Tuhan melalui berbagai cara. Melalui keluarga kita bisa membangun persekutuan dengan orang lain dan kebutuhan sesama. Oleh karena itu, keluarga Kristen diharapkan dapat melakukan iltrasi atau menyaring pengaruh negatif dari gaya hidup modern. Dengan demikian di tengah-tengah arus modernisasi keluarga Kristen mampu menjadi agen penanaman semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. C. Penjelasan Bahan Alkitab Kejadian 35 22b-29 Teks ini mengungkap tentang keluarga Yakub yang memiliki tiga belas orang anak Yakub, yakni yang bernama Yusuf. Yusuf pun tumbuh dengan sangat baik dan menjadi anak yang baik pula. Namun oleh karena sikap dari Yakub yang sangat pilih kasih terhadap anak-anaknya, maka saudara-saudara Yusuf yang lain merasa iri hati. Rasa iri hati ini mengakibatkan mereka membuat rencana jahat untuk si Yusuf yaitu dengan menjualnya sebagai budak. Niat tersebut kemudian direalisasikan dalam bentuk tindakan, pada akhirnya Yusuf dijual dan ia menjadi budak di negeri Mesir. Di tanah Mesir Yusuf menjaga hidupnya tetap berkenan kepada Tuhan maka Tuhan menyertai Yusuf. Ia mengalami keberhasilan atas segala usaha yang dilakukannya di negeri asing. Bahkan karena penyertaan Tuhan, Yusuf dapat menjadi pemimpin di tanah Mesir. Dalam hal ini Yusuf dipakai Tuhan untuk menjadi pemelihara hidup bagi suatu bangsa yaitu bangsa Mesir. Selain itu ia juga menjadi pemelihara hidup bagi keluarganya. Dalam ketaatan tersebut Yusuf tumbuh menjadi seseorang yang takut akan Tuhan. Teks ini memberikan pelajaran positif kepada kita semua mengenai ketaatan seseorang kepada Tuhan sebagai pemelihara kehidupan. Yusuf sebagai pemimpin muda di tanah Mesir memiliki gaya hidup modern dan penuh kecukupan bahkan bisa dibilang hidupnya penuh kelimpahan berkat. Meskipun demikian ia 100 Buku Guru Kelas XI SMASMK tetap memiliki keteguhan hati untuk memelihara kehidupannya dan kehidupan keluarganya. Walaupun keluarganya pernah membuangnya, namun ia mampu merubah keluarganya menjadi lebih baik, hidup berkecukupan dan seturut dengan kehendak Tuhan. Matius 19 16-26 Teks ini berbicara mengenai orang muda yang kaya dan tentu saja memilik gaya hidup modern pada zaman itu. Akan tetapi, hidupnya yang bergelimangan harta dan gaya hidup yang up to date, menjadikannya puas dengan hidupnya itu. Ia mengalami kekosongan dan kebimbangan hidup yang membuatnya harus mencari jawaban kepada Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus memberi jawaban atas pertanyaan hidupnya, orang muda itu menjadi sedih akibat dari sangat banyaknya harta benda yang dia miliki. Ia mengalami kebingungan atas pilihan hidup yang ingin ia jalani. Namun di tengah kebimbangan tersebut ia lebih memilih untuk hidup dengan harta-harta duniawinya, sehingga ia terjebak dalam pengaruh buruk dari gaya hidup yang ia pilih. Anak muda tersebut lebih mengasihi kehidupan duniawi yang menjadi gaya hidupnya, dibanding sumber kehidupan itu sendiri. Sehingga ia harus rela kehilangan Kristus Tuhan sebagai sumber dari segala kehidupan yang ia miliki di dunia. Teks diatas adalah suatu contoh negatif dari sikap seseorang yang tidak mampu menguasai kehidupannya dan tidak mampu menghindari dampak negatif dari gaya hidup modern yang ia miliki. Akibatya ia kehilangan sumber dari segala kehidupan sejati yaitu Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Melalui teks ini kita di peringatkan untuk tidak bersikap seperti anak muda tersebut. D. Kegiatan Pembelajaran Pengantar Guru meminta peserta didik untuk mendengarkan atau membaca cerita Alkitab dalam Matius 19 16-26 yang bercerita mengenai kehidupan anak muda yang kaya. Kegiatan 1 Curah Pendapat Guru meminta peserta didik untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan gaya hidup modern. Kegiatan 2 Materi Melalui kegiatan ini guru dapat membimbing siswa untuk lebih memahami materi tentang gaya hidup modern. Agar tidak membosankan, materi dapat disampaikan melalui model pembelajaran inkuiri sosialDiscovery atau model aksi-releksi- Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 101 aksi baru. Di sini peran pendidik adalah fasilitator bagi para peserta didik yang mencoba model pembelajaran tersebut. Guru perlu memberikan tanggapan secara positif terhadap apa yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan 3 Mengenali Diri Guru membimbing peserta didik dalam kelompok atau individu untuk menggali informasi mengenai bentuk-bentuk gaya hidup modern yang dapat mereka lihat baik secara pribadi, keluarga maupun lingkungan sosial mereka masing-masing. Kegiatan 4 Membuat Tulisan Proyek Guru meminta peserta didik dalam kelompok atau individu untuk membuat tulisan mengenai apa yang mereka temukan ketika melakukan proses menggali informasi tentang bentuk-bentuk gaya hidup modern yang mereka lakukan dan alami di lingkungan keluarga masing-masing. Kegiatan 5 Presentasi Peserta didik baik secara individu maupun kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil yang mereka peroleh dari proses menggali informasi yang telah dikerjakan dengan subjek diri mereka sendiri dan keluarga mengenai bentuk-bentuk gaya hidup modern. E. Penilaian Penilaian sudah diberikan di atas, bukan hanya hasil, namun juga sepanjang proses pengajaran berlangsung. Meskipun demikian tes tetap dapat dilakukan oleh guru untuk mengukur pencapaian indikator kompetensi. Bentuk penilaian juga dapat dilakukan berupa tes lisan, penugasan, penilaian laporan pendek dan penilaian produk. F. Penutup Rangkuman Gaya hidup modern merupakan sebuah pola hidup yang menyangkut cara bersikap dan berpikir dalam bidang isik, mental dan spiritual, sesuai dengan tuntutan zaman modern, di dalamnya mencerminkan semangat efektif, eisien, praktis, sederhana, menghargai kehidupan dan menghargai waktu. Dalam perubahan keadaan, keluarga Kristen perlu tetap berpegang pada kehendak Kristus dan berperan sebagai berkat bagi lingkungannya. 102 Buku Guru Kelas XI SMASMK Baik sebagai gereja maupun anggota masyarakat, sangat penting bagi keluarga Kristen untuk membangun persekutuan antar-pribadi, melayani hidup, turut serta mengembangkan masyarakat, dan juga terlibat aktif dalam hidup dan perutusan gereja. Ayat Emas hari ini Peserta didik diminta untuk melengkapi ayat 1 Timotius 315, menghafal, dan mereleksikan isinya. 1. Lengkapilah bagian yang kosong di bawah ini Jadi jika aku______, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai ________, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan__________. 2. Secara bergantian dengan teman sebangku, hafalkanlah ayat tersebut 3. Pahami dan releksikanlah makna ayat tersebut bagi kamu Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 103 Penjelasan Bab IX Dampak Modernisasi Bagi Keluargaku Bahan Alkitab 1 Samuel 1 1-16, Efesus 5 22-33 Kompetensi Dasar Menghayati nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga agar siap menghadapi gaya hidup modern Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan untuk menghadapi gaya hidup modern Menjelaskan pentingnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga untuk menghadapi gaya hidup modern Berperan aktif mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga untuk menghadapi gaya hidup modern Indikator • Menjelaskan pengertian modernisasi • Mendeskripsikan dampak modernisasi bagi kehidupan keluarga • Menjelaskan pengaruh modernisasi bagi kehidupan keluarga • Memaknai peran keluarga sebagai bejana tanah liat ditengah dampak modernisasi • Mengamati sikap keluarga peserta didik dalam menanggapi laju modernisasi A. Pengantar Modernisasi merupakan produk peradaban abad 20 dari dunia Barat yang dampaknya masih dirasakan sampai pada abad 21. Indonesia sebagai negara dunia ketiga mengenal modernisasi dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Barat, baik secara kultural, sosial, politik dan ekonomi. Proses modernisasi yang berlangsung di Indonesia membuat bangsa ini termasuk keluarga-keluarga Kristen memiliki kecenderungan untuk terjebak dalam dampak negatif dari proses yang terus berlangsung. Berdasarkan latar belakang tersebut maka pembelajaran pada 104 Buku Guru Kelas XI SMASMK bagian ini bertujuan untuk memperkenalkan remaja dengan istilah modernisasi, apa dampaknya bagi kehidupan keluarga Kristen dan bagaimana keluarga pada kurun waktu dewasa ini harus menghayati dan memaknai peran mereka di tengah arus modernisasi yang sedang berlangsung. Melalui pembelajaran tersebut selanjutnya peserta didik diharapkan dapat mencapai beberapa indikator yang telah diuraikan di atas. B. Uraian Materi 1. Pengertian Modernisasi
Ditengahgaya hidup modern saat ini, kawasan one stop living menjadi idaman banyak orang. Kehidupan yang semakin dinamis mendorong setiap orang untuk cepat dalam memenuhi kebutuhannya. Kawasan one
Sebagai seorang remaja yang terlibat dalam proses kehidupan modern, kamu perlu memahami kehadiran dan peran keluarga, selanjutnya melakukan analisis agar dapat mengambil sikap yang tepat. Dalam perspektif kristiani dapat diungkap bahwa peran keluarga di tengah gaya hidup modern sangatlah penting dan perlu dicermati. Beberapa aspek dapat diidentifkasi sebagai berikut. Keluarga kristiani perlu membangun persekutuan pribadi-pribadi dan melayani kehidupan. Keluarga kristiani juga dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja. Dalam kehidupan keluarga Kristen, perlu dibangun persekutuan pribadipribadi yang dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masingmasing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh antara suami-istri dan membangun sebuah bentuk persatuan yang tidak terceraikan. Keluarga Kristen yang modern dalam perkembangan keadaan, perlu memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak dan peranan perempuan, hal ini sebetulnya juga menjadi perhatian negara maupun pada aras dunia. Di samping itu keluarga juga perlu menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka memiliki pemikiran yang patut dihargai. Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan dihargai yang selayaknya. Dalam kaitan dengan perkembangan masyarakat, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakikatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. Ke hidupan berkeluarga pada hakikatnya merupakan pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa, sadar akan peranan sosial bagi lingkungan. Oleh karena itu, keluarga Kristen perlu menyadari terhadap rahmat dan tanggungjawabnya bagi masyarakat. Di tengah perubahan keadaan dan masyarakat, keluarga perlu terlibat dalam hidup dan perutusan gereja. Hal itu dapat dilakukan dengan cara bersungguhsungguh dalam membangun persekutuan keluarga yang beriman secara kokoh. Justru di tengah perubahan yang ada, keluarga Kristen harus mampu membangun persekutuan antaranggota keluarga untuk terus-menerus berdialog dengan Tuhan dengan berbagai cara. Melalui keluarga kita bisa mem bangun persekutuan dengan orang lain dan melayani kebutuhan sesama. Oleh karena itu, keluarga Kristen diharapkan dapat melakukan fltrasi atau menyaring pengaruh negatif dari gaya hidup modern. Dengan demikian di tengah-tengah arus modernisasi, keluarga Kristen mampu menjadi agen penanaman semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. Tahukah kamu bahwa sesungguhnya Alkitab memberikan contoh baik yang positif dan negatif berkaitan dengan gaya hidup modern pada waktu itu. Tentu kita bisa belajar dari contoh-contoh tersebut. Contoh yang positif kita bisa melihatnya dari Kejadian 3522b-29. Sedangkan contoh yang negatif terambil dari Matius 1916-26. Dalam Kejadian 3522b-29 mengisahkan tentang kehidupan keluarga Yakub yang memiliki 13 orang anak. Dari 13 anak tersebut Yusuf yang sudah menginjak remaja dikasihi oleh Yakub. Tentu saja hal ini menyebabkan para saudaranya iri hati. Lalu mereka menjual Yusuf menjadi budak di tanah Mesir. Namun pengaruh keluarga Yusuf yang dekat dengan Tuhan masih sangat mewarnai kehidupan Yusuf di tanah Mesir. Yusuf di tanah Mesir akhirnya dapat menjadi pemimpin muda di tengah lingkungan yang maju, bisa dikatakan modern pada saat itu, Yusuf tetap taat dan menjadi pemimpin muda yang takut kepada Tuhan. Akhirnya, Yusuf mampu menolong bapak dan saudara-saudaranya lepas dari bahaya kelaparan, hidup dalam “gaya hidup modern” di tanah Mesir, tetap memelihara kasihnya kepada Tuhan dan keluarganya. Walaupun saudara-saudaranya pernah membenci dan membuang dia, namun ia mampu mengatasi luka batin dan mengampuni para saudaranya sehingga dia dapat mentransformasi keluarganya, hidup berkecukupan dan tetap berjalan seturut dengan kehendak Tuhan. Contoh yang negatif dapat kita lihat dari kehidupan orang muda yang kaya, yang memiliki “gaya hidup modern” pada waktu itu, dapat kita pelajari dari Matius 1916-26. Meskipun orang muda pada ayat itu hidup bergelimang harta dan gaya hidup yang up to date tetapi ia mengalami kekosongan dan kebimbangan hidup, serta mencari jawaban kepada Tuhan Yesus. Pada saat Tuhan Yesus memberikan pilihan untuk hidup di jalan Tuhan atau “jalan dunia”, sayangnya orang muda tersebut memilih hidup dalam harta dunia yang dimiliki, terkungkung dalam pengaruh gaya hidup buruk yang ia pilih. Akibatnya dia kehilangan Kristus sebagai sumber kehidupan dan berkat. Location Indonesia Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Perkembangan teknologi dan kemajuan informasi yang begitu pesat pada saat ini telah mengubah semua perilaku milenial dari gaya,kebiasaan maupun pola pikir manusia modern untuk berinteraksi dan berkomunikasi kepada masyarakat lain. LifestyleGaya hidup bisa dilihat dari cara nya seperti cara ia berpakaiannya,kebiasaan,berpikir dan lain sebagainya. Gaya hidup kita dapat dinilai relatif bergantung dari penilaian orang lain,karna penilaian orang lain sangat berpengaruh dalam kehidupan kita dalam melakukan sesuatu. Gaya hidup dari masa kini dari generasi ke generasi banyak sekali perubahan dikarenakan adanya perubahan sosial dalam tatanan masyarakat,kebiasaan ,serta lingkungan yang mulai berubah. Dan Perubahan-perubahan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor faktor yang sangat memperngaruhi kita dalam bersosialisasi dalam segi apapun dalam lingkungan masyarakat. Faktor-faktor ini sangat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup ada dua faktor,yaitu faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor yang berasal dari dalam diri itu disebut dengan internal yang terdiri dari sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif, dan persepsi. Sedangkan faktor yang mempengaruhi berasal dari luar itu disebut dengan eksternal yang terdiri dari kelompok acuan, keluarga, kelas sosial, dan perkembangan ini mengakibatkan berubahnya perilaku - perilaku kaum muda dalam menjalankan kehidupan masyarakat yang bersifat adalah istilah faham yang mengutamakan pada kesenangan dan kemewahan fisik. Hedonisme sudah ada pada zaman Yunani Kuno, tokoh yang pertama kali mengenalkan faham ini ialah seorang filsuf yang bernama Democritus, ia memandang bahwa kesenangan merupakan tujuan utama dari manusia. Gaya hidup hedonisme saat ini sudah banyak dianut oleh sebagian Generasi muda di Indonesia, fenomena ini menjadi ancaman, mengingat Generasi muda adalah calon penerus bangsa yang diharapkan mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa juga mampu menyatukan serta menyampaikan pikiran dan hati nurani untuk memajukan bangsa. Generasi Muda juga dianggap kaum intelektual muda oleh masyarakat. paham hedonisme oleh Generasi muda, secara otomatis terjadi perubahan nilai-nilai, paham ini mengharuskan para penganutnya untuk bersifat narsis atau memuja dirinya sendiri dan juga takut dijauhi bila tidak ikut andil. Dugem, free seks, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, lainnya marak sekarang ini di kalangan Generasi muda ini. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dari Siti Fatimah 2013 yang mengungkapkan bahwa Generasi muda yaitu seperti mahasiswa zaman sekarang, sebagian cenderung mengagung-agungkan kesenangan dan kenikmatan dalam menjalani hidup. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar terlupakan dan tergantikan dengan kenikmatan sesaat. Fenomena hura-hura oriented kerap ditemui jarang terdengar percakapan akademis di lingkungan mahasiswa. Percakapan mereka lebih didominasi masalah fashion, sinetron dan film terbaru, serta aneka bentuk hedonisme lainnya. Sebagian besar dari mereka, entah mahasiswa atau mahasiswi, menghabiskan waktu dan uangnya untuk berburu kesenangan di tempat-tempat semua perilaku-perilaku dalam gaya hidup yang dilakukan Generasi muda itu bisa dicegah jika peran keluarga ikut campur dalam lifestlye generasi muda ini peran keluarga sangat berpengaruh karena, keluarga adalah kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia dan kelompok premier yang paling penting dikehidupan manusia. Dan mengapa keluarga penting? karena keluargalah yang mempengaruhi dalam segi aspek apapun seperti dari sejak lahir keluarga harus menerapkan dan membiasakan gaya hidup yang baik sesuai dengan keadaannya. Ada beberapa peran yang harus dilakukan keluarga terhadap lifestlye generasi muda agar tidak terjadinya Hedonisme. Pertama Keluarga harus melihat sekeliling anaknya yaitu termasuk teman-temannya karena dari faktor teman bisa berpengaruh,dan harus bisa berbaur dengan teman-teman anaknya tetapi tidak mencampuri urusannya,hanya sekedar tahu karena keluarga bisa melihatnya dari segi sifat dan keluarga juga harus menunjukan pola hidup sederhana,bekerja keras,pantang menyerah dalam melakukan apapun dan memberikan rasa syukur atas apa yang dia yang paling terpenting adalah dari keluarga mengajarkan anak-anaknya untuk berusaha dengan cara menabung uang,sehingga mereka harus bisa menyusun skala prioritas antara keinginan dan kebutuhan. Itu lah beberapa pentingnya peran keluarga dalam mencegah Generasi muda ini dari sikap gaya hidup hedonisme yang pasti banyak berdampak negative seperti remaja menjadi kurang bertanggung jawab dan jadi enggan berusaha,konsumtif,egois,serta cenderung menjadi jika ada peran keluarga dalam tumbuh berkembangnya generasi mud,dalam memilih lifestyle bisa mencegah adanya lifestyle yang hedonisme Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Jikakualitas hidup perempuan tinggi, maka kuat pula ketahanan keluarga. Sebaliknya, jika kualitas hidup perempuan rendah, maka ketahanan keluarga bisa rapuh. Atas dasar itulah dukungan serta komitmen yang sinergis dan terpadu dari para Pemangku Kepentingan dan Mitra Kerja sangat diperlukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
– Peran Keluarga Ditengah Gaya Hidup Modern Sebagai seorang remaja yang terlibat dalam proses kehidupan modern, kamu perlu memahami kehadiran dan peran keluarga, selanjutnya melakukan analisis agar dapat mengambil sikap yang tepat. Dalam perspektif kristiani dapat diungkap bahwa peran keluarga di tengah gaya hidup modern sangatlah penting dan perlu dicermati. Beberapa aspek dapat diidentifkasi sebagai berikut. Keluarga kristiani perlu membangun persekutuan pribadi-pribadi dan melayani kehidupan. Keluarga kristiani juga dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja. Dalam kehidupan keluarga Kristen, perlu dibangun persekutuan pribadipribadi yang dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masingmasing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh antara suami-istri dan membangun sebuah bentuk persatuan yang tidak terceraikan. Keluarga Kristen yang modern dalam perkembangan keadaan, perlu memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak dan peranan perempuan, hal ini sebetulnya juga menjadi perhatian negara maupun pada aras dunia. Di samping itu keluarga juga perlu menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka memiliki pemikiran yang patut dihargai. Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan dihargai yang selayaknya. Dalam kaitan dengan perkembangan masyarakat, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakikatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. Ke hidupan berkeluarga pada hakikatnya merupakan pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa, sadar akan peranan sosial bagi lingkungan. Oleh karena itu, keluarga Kristen perlu menyadari terhadap rahmat dan tanggungjawabnya bagi masyarakat. Di tengah perubahan keadaan dan masyarakat, keluarga perlu terlibat dalam hidup dan perutusan gereja. Hal itu dapat dilakukan dengan cara bersungguhsungguh dalam membangun persekutuan keluarga yang beriman secara kokoh. Justru di tengah perubahan yang ada, keluarga Kristen harus mampu membangun persekutuan antaranggota keluarga untuk terus-menerus berdialog dengan Tuhan dengan berbagai cara. Melalui keluarga kita bisa mem bangun persekutuan dengan orang lain dan melayani kebutuhan sesama. Oleh karena itu, keluarga Kristen diharapkan dapat melakukan fltrasi atau menyaring pengaruh negatif dari gaya hidup modern. Dengan demikian di tengah-tengah arus modernisasi, keluarga Kristen mampu menjadi agen penanaman semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. Tahukah kamu bahwa sesungguhnya Alkitab memberikan contoh baik yang positif dan negatif berkaitan dengan gaya hidup modern pada waktu itu. Tentu kita bisa belajar dari contoh-contoh tersebut. Contoh yang positif kita bisa melihatnya dari Kejadian 3522b-29. Sedangkan contoh yang negatif terambil dari Matius 1916-26. Dalam Kejadian 3522b-29 mengisahkan tentang kehidupan keluarga Yakub yang memiliki 13 orang anak. Dari 13 anak tersebut Yusuf yang sudah menginjak remaja dikasihi oleh Yakub. Tentu saja hal ini menyebabkan para saudaranya iri hati. Lalu mereka menjual Yusuf menjadi budak di tanah Mesir. Namun pengaruh keluarga Yusuf yang dekat dengan Tuhan masih sangat mewarnai kehidupan Yusuf di tanah Mesir. Yusuf di tanah Mesir akhirnya dapat menjadi pemimpin muda di tengah lingkungan yang maju, bisa dikatakan modern pada saat itu, Yusuf tetap taat dan menjadi pemimpin muda yang takut kepada Tuhan. Akhirnya, Yusuf mampu menolong bapak dan saudara-saudaranya lepas dari bahaya kelaparan, hidup dalam “gaya hidup modern” di tanah Mesir, tetap memelihara kasihnya kepada Tuhan dan keluarganya. Walaupun saudara-saudaranya pernah membenci dan membuang dia, namun ia mampu mengatasi luka batin dan mengampuni para saudaranya sehingga dia dapat mentransformasi keluarganya, hidup berkecukupan dan tetap berjalan seturut dengan kehendak Tuhan. Contoh yang negatif dapat kita lihat dari kehidupan orang muda yang kaya, yang memiliki “gaya hidup modern” pada waktu itu, dapat kita pelajari dari Matius 1916-26. Meskipun orang muda pada ayat itu hidup bergelimang harta dan gaya hidup yang up to date tetapi ia mengalami kekosongan dan kebimbangan hidup, serta mencari jawaban kepada Tuhan Yesus. Pada saat Tuhan Yesus memberikan pilihan untuk hidup di jalan Tuhan atau “jalan dunia”, sayangnya orang muda tersebut memilih hidup dalam harta dunia yang dimiliki, terkungkung dalam pengaruh gaya hidup buruk yang ia pilih. Akibatnya dia kehilangan Kristus sebagai sumber kehidupan dan berkat. Peran Keluarga Ditengah Gaya Hidup Modern SumberKeratonatau kraton (bahasa Jawa )adalah daerah tempat seorang penguasa (raja atau ratu)memerintah atau tempat tinggalnya (istana). Dalam pengertian sehari-hari ,keraton sering merujuk pada istana penguasa di Jawa. Dalam bahasa Jawa kata keraton berasal dari (ke-ratu-an) berasal dari kata dasar ratu yang berarti penguasa. Kata Jawa ratu berkerabat dengan kata dalam bahasa melayu ;datuk/datu.